Surah 28: Al-Qasas (The Stories): Verses 62-88

71. Say (O Muhammad ): "Tell me! If Allah made night continuous for you till the Day of Resurrection, who is an ilah (a god) besides Allah who could bring you light? Will you not then hear?" 72. Say (O Muhammad ): "Tell me! If Allah made day continuous for you till the Day of Resurrection, who is an ilah (a god) besides Allah who could bring you night wherein you rest? Will you not then see?" 73. It is out of His Mercy that He has put for you night and day, that you may rest therein (i.e. during the night) and that you may seek of His Bounty (i.e. during the day), and in order that you may be grateful.

SERTAI KAMI KHATAM AL-QURAN DALAM TEMPOH 3 BULAN

SERTAI KAMI KHATAM AL-QURAN DALAM TEMPOH 3 BULAN!!!
Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Tuesday, June 22, 2010

BERSAHABAT DENGAN ALLAH YUUK!!!

Seorang sahabat adalah seseorang yang mampu membuat hati kita tenang apabila jauh darinya dan nyaman jika kita didekatnya. Ketika kita mengalami masalah ia selalu berada didekat kita dan membantu kita dalam menyelesaikan masalah dan ia pun tidak pernah benci dengan apa yang kita buat, walaupun hal tersebut membuatnya sakit hati.
Kita sangat membutuhkan peran sahabat yang paling sempurna diantara sahabat-sahabat yang kita miliki, benar ga ?? untuk itu saya ingin mengajak teman-teman semua bersahabat dengan Allah. Gimana mau kan ???

TAU GAK KALAU ALLAH SELALU MEMBUAT HATI KITA SENANG!!!

Coba dech , ketika kalian menghadapi masalah atau lagi jenuh, gelisah langsung ja datang kerumah Allah dan mengadu kepadanya atas masalah-masalah yang kamu hadapi…
Pasti hatimu akan tenang ketika bergaul dengan mengenal Allah dan mengenalnya lebih dekat….

COBA DECH CURHAT DENGAN ALLAH, DIJAMIN ALLAH NGGAK PERNAH BOSAN DENGAR CERITAMU

Terkadang ketika kita mendengar curhat orang lain kepda kita, pasti kita terasa bosan mendengarnya, tetapi hanya Allah yang gak pernah bosan dengar segala cerita kita. Memang enak bersahabat dengan Allah, Karena tanpa kita mengatakan sedikitpun, dia sudah tau segala sesuatu yang kita rasakan lebih dulu.. Hebat kan!!!

DIJAMIN DECH ALLAH BISA JAGA RAHASIA KAMU

Allah nggak pernah bocorin rahasia kita, coba dech ingat-ingat,, pernah nggak kamu kecewa sama ulah sahabat kamu?? Gimana reaksimu, Kesal kan?? Nah maka dari itu dari sekarang berhati-hatilah memilih sahabat, mulai belajar berkomunikasi dengan Allah. Misalnya dengan sholat 5 waktu dan berdoa, nah disitu kamu memiliki banyak waktu untuk membongkar apa yang ada dalam hatimu kepadanya….

KAMU-KAMU TAU NGGAK KALAU ALLAH PASTI PUNYA SOLUSI TERBAIK BAGI MASALAH KITA

Seorang sahabat pasti memberikan solusi kepada kita, begitu juga dengan Allah pasti dia akan memberikan yang terbaik buat memecahkan masalahmu. Solusi yang Allah berikan kepadamu memang tidak seketika tapi sangat ampuh. Kita perlu sabar untuk mendapatkan solusi paling sempurna dengan tidak bosan-bosan bicara kepdanya . Katakan kepadanya bahwa kamu butuh pertolongan dan masalahnya

TAU NGGAK KALAU ALLAH TIDAK PERNAH MENERTAWAKAN PENDERITAAN KITA

Kita seringkali merasa kecewa ketika kita dirundung duka, tetapi sahabat tidak memihak, malahan menertawakan kita karena kesalahan kita. Tapi, kalo dipikir-pikir walau kita salah tetapi bukan berarti kita ditertawakan !!
Terkadang kita berpikir ketika hati mendapat pembanding yang lebih tinggi, biasanya hati timbul rasa iri, tetapi ketika kita mendapat pembanding yang lebih rendah kita merasa senang karena kita berada diatas, iya kan ??
Tetapi beda dengan Allah dia sangat tau penderitaan kita, maka itu dia tak akan menertawakan kita karena dia adalah penolong kita

PASTI ALLAH AKAN MENDENGAR DOA KITA

Ketika kita berdoa dengan penuh harap atas permintaan kita kepadanya Allah pasti mendengarnya karna Allah tidak tuli dia maha mendengar apa yang kita inginkan. Allah pati mengabulkan doa-doa kita selagi doa-doa kita dinilai baik untuk kita, jadi buat anda, ketika doanya belum terkabul ,jangan kecewa bukan berarti allah tidak mau mengabulkan , malahan keinginan kita itu mempunyai efek yang tidak baik ntuk kita. Misalnya kamu ingin menjadi penyanyi atau bintang film , nah jika doamu terkabul kamu akan tergelincir pada perbuatan tercela.
Jadi jangan khawatir jika doamu tak sampai ketelinganya. Lagipula selain mendengar, diapun hakom yang akan memutuskan terkabulnya doa kita

ALLAH AJA NGGAK PERNAH INGKAR JANJI!!

“ Janji adalah hutang “

Seorang sahabat berusaha menepati janji yang diucapkannya. Allah tidak pernah ingkar janji kepada umatnya, karena apa yang dijanjikannya selalu ditepati.
Allah pasti akan menjanjikan kita banyak keindahan saat kita melakukan pertolongan kepada pengemis yang membutuhkan pertolongan.

Jadi intinya Allah paling asyik untuk dijadikan sahabat didunia maupun di akhirat..

Yang penting bersahabat dengan Allah bukan saja membuat kita nyaman didunia ini, Tetapi dijamin bikin kita aman diakhirat nanti, dijamin dech,, KALAU NGGAK PERCAYA,, COBAIN DECH



“Jadilah anda pecinta Rabb anda
Sesungguhnya orang yang mencintai Allah adalah pelayan bagi yang dicintainya”

Thursday, March 25, 2010

Kisah Zainab Al-Ghazali; Bahagian 2

Berikut adalah sambungan kisah Zainab Al-Ghazali, Mujahid sejati…

Tanggungjawab umat hari ini, sangat berat iaitu membebaskan diri dari kongkongan dan cengkaman sekularisma yang menguasai negara mereka, membebaskan diri mereka daripada jahiliyah yang sedang mengongkong hati dan pemikiran mereka. Tanggungjawab ini sangat berat. Sekularisma bukan sahaja wujud sebagai teori semata-mata bahkan ia wujud sebagai institusi yang mengikat teguh sesamanya.

Beliau berkeyakinan bahawa Daulah Islam akan tetap ditegakkan kembali dengan izin Allah S.W.T dengan syarat melalui satu jalan iaitu JALAN ISLAM. Negara Islam tidak dapat ditegakkan dengan lain-lain jalan kecuali JALAN ISLAM. Menurut beliau lagi, cara utama untuk kembali kepada JALAN UTAMA ini ialah Revolusi Pemikiran (Thaurah Fikriyah) — satu revolusi yang dapat mengubah pemikiran Jahiliyah kepada pemikiran Islam, berdasarkan ‘aqidah Islam. Ini memerlukan Tarbiyah — pendidikan amali untuk membentuk sikap, tindakan-tindakan dan tingkah laku serta pemikiran Muslim dan Muslimah menjadi pemikiran Islam.

Beliau menyebutkan ini sebagai langkah awal dalam pembentukkan Daulah Islam. Beliau fahami ini daripada Al-Quran tentang sunnah perubahan. Sebagaimana firman Allah S.W.T. yang maksudnya “Sesunguhnya Allah tidak akan mengubah sesuatu kaum itu kecuali mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

Bahawa perubahan itu tidak akan berlaku kecuali adanya perubahan diri itu yang difokuskan kepada jiwa dan hati manusia. Ini merupakan satu macam ketentuan – sunnatul llah dalam mengatur perubahan sejarah. Bahawa perubahan diri ini bermula dengan perubahan pemikiran, peribadi dan tingkah laku diri manusia. Inilah fahaman beliau yang mendalam tentang Islam. Beliau menganjurkan untuk menuju kepada Daulah Islam, hendaklah mengadakan revolusi pemikiran perubahan yang pantas seperti sikap para sahabat.

Beliau memetik kata-kata Syed Qutb dalam memperkatakan Jilun – Quraanun – Fariid, satu generasi Quran Yang Unik, bila mereka memeluk Islam, mereka sekali gus meningggalkan ciri-ciri Jahiliyah secara menyeluruh. Perubahan atau Revolusi yang pantas dan cergas ini dilakukan dan seluruh pandangan mereka tentang nilai-nilai hidup dilihat mengikut neraca Islam, bukan neraca dunia atau Jahiliyah.

Beliau memahami bahawa langkah-langkah yang dijalankan oleh Rasulullah S.A.W. dalam Dakwah baginda. Langkah pertama dalam membuat perubahan ialah melalui Tarbiyah atau pendidikan keatas para sahabat, mereka dididik oleh Rasulullah S.A.W. bukan pada teori bahkan pada diri dan tingkah laku mereka. Tarbiyah ini meliputi Tarbiyah Rohani dan Jasmani.

Tarbiyah yang menekankan kepada pembentukkan Iman yang mendalam, sehingga tercerna dan lahir dalam tingkah laku mereka, sehingga Al-Quran tercerna dan tercetak pada diri dan tubuh badan mereka. Sehingga segala tindakan mereka adalah Islam — di lihat sahaja pada diri salah seorang dari mereka sudah ternampak akan Islam, ternampak akan Daulah Islam pada diri mereka, dan seterusnya hidupnya adalah Islam.

Al Quran dan Sunnah Rasulullah S.A.W. yang mendidik jiwa mereka melahirkan manusia misali yang unggul dalam sejarah peradaban manusia. Demikianlah natijah hasil dari didikan Iman, yang jelas pada sifah para sahabat.

Lihatlah!! Seorang pemuda yang kacak dan anak tunggal dari keluarga hartawan, Mus’ab ‘Umair namanya – ia yakin dengan ajaran Muhammad S.A.W. dan terus memeluk Islam sebagai agamanya, sehingga akhir hayatnya. Setelah ibunya mengetahui bahawa Mus’ab mengikut ajaran Muhammad S.A.W, maka ia mengugut tidak akan memberi harta warisan kepada Mus’ab, seandainya ia tidak mahu kembali kepada agama nenek moyangnya.

Mus’ab sudah bulat keimanannya, demikianlah hasil didikan Rasulullah S.A.W. terhadapnya ia terus beriman dengan ajaran Muhammad S.A.W. “Aku memilih ajaran Muhammad dari memilih harta kekayaan”. Ibunya pula terus bersumpah, ia tidak mahu makan sehingga Mus’ab kembali kepada agama asalnya. Sebaliknya Mus’ab pula bersumpah “Seandainya ibuku mempunyai 100 nyawa, dan keluar satu demi satu dari tubuhnya aku tetap dengan ajaran Muhammad SAW, aku tetap dengan kalimah LAILAHA ILLALLAH, namun aku tingalkan Islam, sekali-kali tidak”.

Inilah kesan yang terus menerus dari Tarbiyah, Mus ab ketika syahid di medan Jihad, tatkala kain yang ada padanya untuk ditutupkan ke atas tubuhnya tutup kepalanya, terdedah kakinya, tutup kakinya terdedah kepalanya. Akhirnya Rasulullah S.A.W. memerintahkan bahagian kepalanya ditutup dengan kainnya dan bahagian kakinya ditutup dengan daun kayu.

Demikianlah Mus’ab sanggup meninggalkan kesenangan dan kekayaan, dan rela mengorbankan dan menjual dirinya kepada Islam… semoga syurga firdaus ganjaranya. Pengorbanan demikian tidak sanggup dilakukan oleh manusia kecuali mereka yang dididik dengan Iman. Inilah sebagai satu syarat yang diwujudkan oleh Zainab Al-Ghazali, agar Negara Islam dapat dikembalikan.

Kisah Zainab Al-Ghazali; Bahagian 3

sambungan daripada Bahagian 1 dan Bahagian 2

Semasa beliau memimpin Jamaah Saidatina Muslimah, beliau telah dapat membawa masuk ramai wanita-wanita Islam di Mesir dan mereka telah dibentuk dan dididik mengikut model Tarbiyah Madrasah Rasulullah S.A.W. Di antara mereka yang rapat hubungan dengan Zainab Al-Gahazali ialah dua saudara Syed Qutb, Aminah Qutb dan Hamidah Qutb,; Halidah Hassan Al- Hudaibi, Al-Hayah Sulaiman Al-Zubair, Fatiraah A!-Fath, Aminah Al-Jauhati.

Al-Waliyah Al-Hudaibi dan Al-Afdah. Mereka inilah yang beliau sitatkan sebahagian dari mereka sebagai sebahagian anak-anaknya, sebahagian dari mereka sebagai adik-adiknya, sebahagian dari mereka sebagai kakak-kakaknya, dan sebahagian dari mereka sebagai ibu-ibunya. Kerana di antara mereka ada yang berumur 85 tahun, Ummi Ahmad namanya, ia telah di tangkap oleh rejim Jamal Nasser ketika ia berusia 85 tahun, ketika Zainab mendengar berita itu, ia memperkatakan bahwa ini adalah pertanda baik bagi Islam. Musuh-musuh Islam telah gentar kepada wanita Islam yang telah tua lagi uzur. Ini menunjukkan hasrat dan minat terhadap Islam terlalu tinggi. Musuh-musuh Islam telah gentar, mereka tidak dapat membezakan antara yang bertenaga dan tidak bertenaga, antara wanita dan lelaki, antara tua dan muda, semuanya sama sebagai musuh mereka.

Setelah Mursyidul ‘Am Hassan Al-Banna syahid dimamah peluru durjana yang tidak mengenal insan beriman atau tidak, Zainab Al-Ghazali terus berbai’ah kepada Hassan Al-Hudhaibi, Mursyidul ‘Am penganti Hassan Al-Banna. Ia terus mengadakan pertemuan dan perbincangan dengan pimpinan Ikhwan Muslimin. la mendengar pandangan mereka dan mengambil pengajaran daripada mereka.

Beliau bersuami, suaminya seorang yang dihormati, seorang ‘Ulama yang berilmu tinggi dan sangat kuat memberikan dorongan kepada isterinya untuk meneruskan da’wah ditengah-tengah masyarakat manusia di Mesir. Zainab Al-Ghazali menceritakan ketika penyeksaan yang dihadapinya di penjara sampai kemuncaknya, mereka telah mengunakan berbagai cara bagi melemahkan jiwa dan rohnya menyebabkan ia terpaksa dibawa ke hospital.

Regim Jamal Abdel Nasser memaksa suaminya menceraikannya dan membawa surat cerai itu ke dalam bilik kurungan di hospital, di mana Zainab sedang dirawat. Ketika saudara-saudaranya melawatinya mereka menceritakan ketika suaminya dipaksa menceraikan Zainab Al-Ghazali, ia bersumpah “sekali-kali tidak, aku menceraikan isteriku”. Demikianlah keteguhan, kesetiaan dan pengorbanan suaminya, sehingga ia kembali menemui Tuhannya ketika Zainab Al-Ghazali masih dalam Tahanan.

Kisah tahanan ke atas Zainab Al-Ghazali adalah sangat mengkagumkan, kerana seorang wanita telah dapat menanggung penyeksaan yang lebih berat dari penyeksaan ke atas lelaki. Beliau menyebutkan, sebelum ia ditahan, Jamal Nasser memerintahkan Jamaah Saidatina Muslimah dibubarkan dengan menghantar notis melalui mahkamah, dan akan menarik notis pembubaran itu dengan syarat Zainab Al-Ghazali mestilah berkerjasama dengan Parti Istrokiyah. Zainab Al-Ghazali menolak, kemudian ia ditawarkan menjadi Menteri Kebajikan Masyarakat, beliau menjawab: “Dalam perjuangan ku tidak bercadang untuk menjadi menteri aku hanya mahu berdakwah” Jamal Nasser telah putus asa memujuk Zainab Al-Ghazali untuk masuk Parti Istrokiyah, Jamal Abdel Nasser memerintahkan untuk menangkap Zainab Al-Ghazali

Sewaktu beliau dibawa keluar dari rumahnya satu pembunuhan telah dirancangkan. Sebuah kereta merempuh kereta yang membawa Zainab Al-Ghazali. Setelah rancangan awal ini gagal, akhirnya Zainab di tahan setelah di tangkap semula, setelah di bebaskan pada tahun 1964.

Zainab Al-Ghazali terus dibawa ke penjara dengan sebuah kereta, dalam perjalanan itu dimaki hamun yang tidak dapat diterima oleh akal dan tidak dapat digambarkan oleh fikiran. Setelah sampai ke penjara ia diseret ke bilik kurungan dengan kata-kata yang kesat, yang tidak wajar dihadapkan kepada binatang, apatah lagi kepada manusia. Mereka mengugut untuk membunuhnya seperti mana yang mereka lakukan kepada berpuluh-puluh anggota Ikhwan Muslimin, mereka mengugut untuk menanam hidup-hidup seperti mana yang mereka lakukan kepada berpuluh-puluh orang yang sealiran dengan Zainab Al-Ghazali. Dengan kata-kata yang kasar, ia diheret kebilik kurungan oleh seorang lelaki yang bertubuh besar seperti syaitan hitam. Zainab Al-Ghazali mengesahkan saya berdoa dalam hati saya. “Ya Allah, kurniakanlah ke atas ku ketenangan, dan tetapkanlah pendirian ku bersama-sama pendukung-pendukung kebenaran, dan tabahkanlah hati ku dengan mengingati Engkau, dan kurniakanlah akan daku keredhaan dengan perkara yang Engkau redhai”.

Itulah yang dapat saya katakan. Kemudian saya terus dimasukkan ke dalam bilik kurungan. Dalam bilik kurungan itu ada dua orang lelaki (syaitan) yang sedang duduk di atas meja membelik-belik buku catitan, yang saya tahu itu adalah buku catitan Syahid Abdul Fatah Ismail. Tahulah saya bahawa Abdul Fatah juga ditangkap ketika itu.

Di waktu itu saya mendengar azan ‘Asar… saya bersyukur kerana Allah SWT telah menyelamatkan saya dari “keganasan syaitan”. Saya dapat menunaikan sembahyang, dan tiba-tiba datang lagi syaitan durjana, dengan sikap yang kasar dan keras memerintahkan saya ke sel kurungan. Saya diheret ke sel kurungan dan penyeksaan pun bermula. Semasa saya diheret ke sel kurungan, saya melihat dalam sel penjara itu tubuh-tubuh manusia yang diseksa, tahulah saya bahawa mereka dari keluarga Ikhwan Muslimin. Mereka sedang diseksa dan dipukul, memenuhi sel-sel penjara itu. Mereka adalah pemuda-pemuda yang saya sifatkan sebagai anak-anak saya, pemuda yang pernah dan sering datang meminta pengajaran dan nasihat dari saya. Saya berdoa “Ya Allah tetapkanlah pendirian kami, Ya Allah peliharalah kami daripada kejahatan orang-orang yang jahat.”

Kisah Zainab Al-Ghazali; Bahagian 1..


Saya tertarik untuk berkongsi kisah seorang Mujahidah terkenal, Zainab Al-Ghazali yang telah pulang ke rahmatullah. Jadikan kisah ini sebagai pedoman, iktibar serta muhasabah.

Buat muslimat, jadikan ini semangat dan dorongan serta bukti bahawa muslimat juga mampu berjuang sama hebat dengan muslimin. Buat muslimin, jika seorang muslimat mampu menghadapi dugaan sehebat dalam kisah yaang akan dipaparkan, kita yang mengaku anak jantan bagaimana?


PENGALAMAN ZAINAB GHAZALI

Telah berlaku suatu peristiwa di dalam abad ini ke atas seorang wanita Mesir yang bergerak di dalam harakah Islamiah di Mesir yang dapat dijadikan tauladan.

Semasa perkahwinan akan dijalankan di antaranya dengan suaminya, Zainab Ghazali telah mengenakan syarat supaya suaminya membenarkannya untuk bergiat di dalam harakah Islamnya. Katanya, “Hak saya untuk membuat syarat kepada engkau supaya tidak menghalang saya untuk berjihad di jalan Allah S.W.T, di mana saya telah diletakkan tugas-tugas dan tanggungjawab sebagai mujahidin di dalam harakah ini. Janganlah engkau bertanya apa yang akan saya buat, tetapi hendaklah engkau yakin dan percaya sepenuhnya akan tindakan saya.”

Dia memperingatkan suaminya lagi, “Sekiranya berlaku pertembungan di antara perkahwinan dengan dakwah, akan berakhir perkahwinan dan kekal dakwah kepada Allah S.W.T. Saya minta kepada engkau supaya menunaikan janji engkau. Janganlah engkau tanya siapakah saya akan berjumpa. Saya berdoa kepada Allah S.W.T supaya Allah jadikan balasan jihad yang saya lakukan ini sebahagiannya untuk engkau, sekiranya amal saya ini diterima oleh Allah S.W.T.”

Apakah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Zainab Ghazali dan rakan-rakannya untuk harakah Islamiah?

Contoh seorang Muslimah Abad 20

ZAINAB AL GHAZALI AL ZUBAILI

Zainab Al Ghazali Al-Zubaili nama sepenuhnya. la dilahirkan di sekitar tahun 1917, di awal abad dua puluh ini, 65 tahun usianya ketika ini. Mula ditahan dalam tahun 1965, ketika itu usianya sekitar 44 tahun. Akibat dari penyeksaan yang dahsyat yang ditanggungnya dalam tahanan ketika diambil statement oleh pendakwa, mereka menyangka umurnya lebih 90 tahun, pada hal umurnya ketika itu 44 tahun — menunjukkan betapa beratnya seksaan yang dilakukan oleh rejim Jamal Abdel Nasser.

Zainab Al-Ghazali mengasaskan penubuhan “Jamaah Saidatina Muslimah”. Satu gerakan wanita yang selari dengan Ikhwan Muslimin yang mempunyai method cara dan matlamat yang sama dengan Ikhwan Muslimin.

Meski pun beliau dipilih menjadi ketua pertama Jamaah itu, namum beliau telah berbai’ah dengan Mursyidul Ikhwan Muslimin, Hassan Al-Banna, pada penghujung abad 14 hijrah beliau ditugaskan memimpin Jemaah Saidatina Muslimah.

Tujuan jamaah ini ialah untuk memimpin wanita Islam dan menyedarkan mereka serta mengangkat darjat mereka untuk menyebarkan panji-panji Islam, agar memahami Islam, agar wanita-wanita Islam dapat menjalankan peranan wanita dengan mengikut contoh wanita salafus soleh.

Dengan itu mereka berkeyakinan umat Islam akan dapat dibangunkan semula dan negara Islam akan dapat ditegakkan dengan lelaki yang dididik oleh wanita yang bernaung di bawah Al-Quran dan As-Sunnah. la berjuang meletakkan wanita sebagai ibu yang dapat mendidik rijal (pejuang) untuk membangunkan Islam.

Ketika itu proses pembaratan sedang hebat berlaku di Mesir. Kemasukkan sosial budaya barat sedang berlaku dan terus melanda budaya umat Islam — pakaian, tingkah laku dan pemikiran mereka sedang hanyut dalam budaya Barat yang menunju ke arah kehancuran. Inilah dia belenggu sekularisma. Zainab Al-Ghazali berjuang membebaskan belenggu sekularisma ini.

Beliau sangat yakin bahawa masa depan umat ini bergantung kepada peranan ibu-ibu, oleh kerana itu gerakan beliau ini antaranya untuk memberi pimpinan yang wajar pimpinan Islam kepada wanita Islam. Untuk melahirkan rijal, tenaga lelaki yang bersedia menjualkan dirinya untuk Islam.

by:musafir kelana

bersambung..